Instalasi Pengolahan Limbah Rumah Sakit

Instalasi Pengolahan Limbah Rumah Sakit

Instalasi Pengolahan Limbah Rumah Sakit

Instalasi Pengolahan Limbah Rumah Sakit

Beberapa instansi layanan kesehatan itu adalah seperti Puskesmas, Klinik Bersalin, Rumah Sakit dan lain sebagainya, yang menghasilkan limbah medis, yang perlu diolah dan dikelola dengan baik sebelum dibuang di instalasi pengolahan limbah rumah sakit agar tidak mencemari lingkungan dan menimbulkan kontaminasi.

Setiap aktivitas di kegiatan sehari-hari manusia, pasti akan menghasilkan limbah. Limbah mengandung berbagai zat kimia maupun organik, juga padat maupun cair atau gas bentuknya yang dalam skala rumah tangga hingga skala limbah industri termasuk limbah pabrik, juga limbah instansi layanan kesehatan seperti rumah sakit, baik itu rumah sakit lama maupun rumah sakit baru.

Limbah-limbah tersebut  perlu diolah terlebih dahulu sebelum dilepaskan atau dibuang ke lingkungan sekitar agar tidak mencemari. Salah satu aturan atau ketentuan mengenai hal tersebut terdapat pada lampiran Permenkes 75 tahun 2014. Limbah, baik itu limbah padat atau gas atau cair yang akan dibuang haruslah memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan.

Limbah  rumah sakit  terdiri dari berbagai jenis. Sepertilimbah lainnya, limbah rumah sakit memiliki ciri-ciri tertentu baik secara fisik maupun unsur mikroorganismenya. Setiap limbah yang dihasilkan oleh rumah sakit berbeda, tergantung dari tingkat dan cara limbah tersebut diolah sebelum dibuang. Jenis rumah sakit dan laboratorium juga dapat mempengaruhi jenis mikroorganisme yang dihasilkan.

Limbah rumah sakit menghasilkan mikroorganisme yang bisa bersifat patogen dengan limbah yang berupa organic maupun anorganik. 

Untuk lebih memudahkan dalam menangani limbah rumah sakit, jenis jenis limbah rumah sakit dari sampah medis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:

Jenis Limbah Klinik

Limbah klinik berasal dari klinik atau tempat rawat pasien seperti UGD. Jenis limbah yang satu ini memiliki risiko infeksi kuman yang cukup tinggi. Karena limbah ini berupa alat-alat bekas merawat pasien, seperti jarum suntik bekas, kantung darah, kantung urin, perban bekas, hingga bagian anggota tubuh pasien yang telah diamputasi. Untuk penanganan limbah jenis ini haruslah diberi label.

Jenis Limbah Bukan Klinik

Jenis limbah yang satu ini terbilang hanya limbah umum yang dapat anda jumpai disekitar seperti plastik, kertas, atau sampah-sampah lainnya yang tidak ada hubungannya dengan bekas perawatan pasien. Sampah ini dihasilkan dari,tempat administrasi rumah sakit atau tempat sampah umum di lingkungan rumah sakit.

Jenis Limbah Radioaktif

Walau bukanlah jenis limbah yang berisiko memunculkan infeksi, jenis limbah radioaktif dari rumah sakit tergolong berbahaya dan dapat mencemari lingkungan, sehingga harus diperhatikan pengolahan limbah ini sebelum dibuang. Jenis limbah yang satu ini biasanya diberikan kode dengan warna agar mempermudah proses pengolahannya. 

Jenis Limbah Dapur

Limbah dapur dapat dihasilkan oleh setiap rumah, kantor, hingga rumah sakit. Jenis limbah dapur dapat berupa makanan sisa yang mana bukan tergolong jenis limbah yang berbahaya. Namun, jenis limbah ini dapat mengundang berbagai hewan seperti kecoa dan lalat hingga hewan pengerat seperti tikus yang dapat membawa berbagai macam penyakit serta menimbulkan bau yang tidak sedap. 

Jenis Limbah Patologi

Berbeda dengan limbah dapur, limbah patologi adalah jenis limbah yang memiliki risiko bahaya yang cukup tinggi. Limbah ini berasal dari unit patologi yang berupa jaringan tubuh, bagian tubuh, cairan tubuh, darah, hingga bangkai dari hewan yang terkontaminasi. Tidak sembarangan dalam mengolah limbah patologi ini karena harus menggunakan penanganan khusus dan tenaga yang terampil dan terlatih.

Limbah  rumah sakit memang menjadi masalah tersendiri karena jika tidak ditangani dengan baik dan benar karena dapat mencemari lingkungan. Selain itu, para tenaga medis,petugas yang bertugas mengumpul dan membuang limbah, pasien, hingga masyarakat di sekitar rumah sakit dapat tercemar limbah dari rumah sakit yang berbahaya untuk kesehatan dan lingkungan sekitar.

Penanganan Limbah yang Tepat Agar Terhindar Dari Resiko

Limbah medis tergolong dalam limbah B3 yaitu Bahan Berbahaya dan Beracun, yang mana bila tidak diolah dengan benar maka akan mencemari lingkungan sekitar, juga berisiko menimbulkan infeksi karena limbahnya mengandung bahan infeksius.

Tak hanya itu, limbah medis juga sangat berbahaya bagi para tenaga medis, petugas kebersihan, pasien, dan masyarakat sekitar. Diketahui bahwa jenis-jenis limbah rumah sakit sangatlah beragam. Oleh karena itu pengelolaan limbah rumah sakit yang tidak dilakukan secara bijak akan mendatangkan berbagai masalah bagi kesehatan dan juga lingkungan. Berikut adalah beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya limbah rumah sakit.

  1. Kerusakan Benda

Jika limbah rumah sakit dibuang secara sembarangan di sekitar rumah sakit, maka hal tersebut bisa merusak kualitas benda-benda yang ada di sekitar rumah sakit. Penyebabnya adalah dari garam-garam yang larut dengan air ketika hujan atau dengan genangan air serta sifatnya adalah korosif.

  • Merusak Kenyamanan Dan Keindahan

Lingkungan rumah sakit sudah sepastinya dijaga dengan baik akan kenyamanan untuk para pasien dan setiap pengunjung. Rumah sakit pun juga perlu untuk menampilkan sisi yang indah agar kesan dari rumah sakit tidak terlalu menyeramkan. Namun, jika limbah rumah sakit yang berupa larutan-larutan, aroma phenol, dan sebagainya akan membuat lingkungan rumah sakit menjadi tidak nyaman untuk dipandang.

  • Gangguan Kesehatan Manusia

Pengelolaan limbah rumah sakit yang tidak dilakukan dengan baik, maka akan berdampak pada kesehatan manusia. Bisa staff rumah sakit sendiri hingga orang-orang yang tinggal di sekitar rumah sakit. Hal tersebut berasal dari virus, bakteri, dan senyawa-senyawa kimia.

  • Rusaknya Tanaman Dan Hewan

Selain manusia, makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan juga akan terkena dampak limbah rumah sakit. Hal tersebut bisa disebabkan oleh senyawa nitrat, bahan kimia, virus, dan sebagainya yang kemudian akan mengganggu kehidupan tanaman dan hewan di sekitar.

  • Terjadinya Kecelakaan

Limbah rumah sakit juga beberapa adalah benda-benda tajam seperti jarum suntik. Di mana jarum suntik ini digunakan hanya sekali saja dan langsung dibuang. Jika pembuangan tidak dilakukan dengan benar, maka hal tersebut bisa saja melukai orang lain yang sedang melintas dan terkena jarum suntik.

Tahap Pengolahan Air Limbah

Tahap pengolahan air limbah adalah seperti berikut ini:

Primary Treatment

Tahap primary treatment ini adalah tahapan pertama dalam pengolahan air limbah, biasanya Anda bisa melihat salah satu contoh dari primary treatment ini di selokan-selokan yang ada di dekat kawasan hunian masyarakat. Alat yang dipasang untuk melakukan tahapan awal dari pengolahan limbah ini adalah saringan pasir, vacuum filter dan lainnya.

Gunanya untuk memisahkan antara limbah yang berbentuk cair dan padat dengan menggunakan saringan serta bak sedimentasi. Dengan adanya tahap pengolahan air limbah ini maka tentunya sampah-sampah padat yang bisa menghambat saluran air bisa dihalangi agar tidak menumpuk. Biasanya nanti petugas kebersihan yang akan mengambil limbah padat yang terjaring pada saringan pasir itu.

Secondary Treatment

Tujuan dari dilakukannya secondary treatment atau tahapan kedua dalam pengolahan limbah ini adalah agar zat organik yang ada di dalam limbah, bisa dihilangkan. Cara pengolahan limbah pada tahapan kedua ini memanfaatkan makhluk hidup dengan cara aerobic ( dengan oksigen ) maupun anaerobic ( tanpa menggunakan oksigen ).

Namun tentunya tahapan pengolahan ini tidak hanya sampai di sini saja, masih ada tahapan ketiga yang perlu dilakukan untuk menyempurnakan pengolahan air limbah yang dilaksanakan agar tidak mencemari lingkungan.

Tertiary Treatment

Pada tahap pengolahan air limbah yang ketiga maka fokusnya adalah untuk menghilangkan adanya unsur hara di dalam air limbah tersebut, agar tidak ada lagi pathogen berpenyakit yang terdapat di dalamnya yang bisa mencemari lingkungan serta berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Ketika telah selesainya ketiga tahapan pengolahan limbah ini maka dengan demikian barulah air tersebut aman untuk disalurkan menuju ke sungai dan tidak akan memberikan pengaruh yang buruk pada lingkungan.

Tanpa adanya tahapan pengolahan limbah ini maka itulah yang menyebabkan air sungai menjadi keruh dan mengandung bibit penyakit, hingga tidak boleh digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Sudah menjadi tugas pemerintah untuk memastikan bahwa setiap limbah yang berasal dari mana saja harus dilakukan ketiga tahapan tersebut sebelum dialirkan ke sungai. 

Tahap – Tahap Pengolahan Limbah Cair Secara Fisika

Limbah cair termasuk salah satu limbah yang membahayakan karena dapat merusak kualitas air dalam tanah dan air sungai. Pengolahan limbah cair juga sangat beragam, dan salah satu pengolahan yang banyak digunakan adalah pengolahan secara fisika. Berikut ini kami rangkum info terkait tahap tahap pengolahan limbah cair secara fisika. 

Tahap Penyaringan

Tahap yang pertama adalah tahap penyaringan (screening). Pada tahap ini limbah akan dialirkan ke dalam satu bak lalu disaring. Tujuan penyaringan ini adalah untuk memisahkan benda – benda padat yang masih tercampur dengan limbah. Biasanya digunakan alat penyaring khusus yang mampu memisahkan segala jenis material padat dengan cairan limbah. Setelah limbah tersebut disaring, nantinya air limbah akan dialirkan ke tahap selanjutnya yang disebut sebagai tahap pengolahan awal. 

Tahap Pengolahan Awal

Setelah segala jenis benda padat dipisahkan dari cairan limbah maka selanjutnya air limbah dialirkan ke sebuah tangki atau bak yang berukuran besar. Dalam bak ini nantinya pasir atau partikel – partikel padat yang lolos dari penyaringan akan dipisahkan kembali.

Partikel debu atau pasir tersebut dipisahkan dengan cara memperlambat aliran air limbah, sehingga partikel debu tersebut jatuh ke dasar tangki atau bak. Metode ini merupakan bagian dari tahap tahap pengolahan limbah cair secara fisika.

Tahap Pengendapan

Setelah melewati proses pengolahan awal maka air limbah tersebut selanjutnya dialirkan ke bak berikutnya agar bisa diendapkan. Bisa dibilang bahwa metode yang satu ini merupakan metode utama dalam proses pengolahan air limbah. Tujuannya agar seluruh partikel debu dan pasir yang masih terkandung dalam air limbah akan diendapkan ke bawah. Nantinya endapan partikel debu tersebut akan membentuk lumpur di dasar tangka, sehingga nantinya lebih mudah dipisahkan dengan air limbah tersebut. 

Tahap Pengapungan

Selain tahap pengendapan untuk mendapatkan kualitas pengolahan yang lebih baik maka digunakan juga proses pengapungan. Metode pengabuan atau sering juga disebut sebagai floation ini merupakan metode yang digunakan untuk memisahkan polutan seperti lemak dan minyak dari air limbah.

Proses yang satu ini menggunakan alat khusus, dimana alat tersebut akan menghasilkan gelembung udara yang akan membuat partikel minyak dan lemak tersebut terangkat ke permukaan. Setelah melewati ke empat tahapan tersebut, maka air limbah kini tidak berbahaya jika dibuang ke lingkungan. Itu lah tahap tahap pengolahan limbah cair secara fisika.

Tahapan Pengolahan Limbah Cair Secara Biologis (Metode Treatment Ponds)

Pengolahan limbah secara biologis dilakukan dengan memanfaatkan mikroorganisme yang mampu menguraikan bahan organik.  Mikroorganisme yang digunakan disebut juga sebagai bakteri aerob, dan bakteri ini sangat ampuh digunakan dalam pengolahan limbah cair. Berikut tahapan pengolahan limbah cair secara biologis dengan metode Treatment Ponds. 

Metode pengolahan limbah secara biologis limbah cair akan ditempatkan dalam sebuah bak atau kolam terbuka. Metode yang satu ini merupakan metode yang paling mudah diterapkan, namun membutuhkan proses yang relatif lama. Dalam metode ini nantinya bakteri aerob dikembangbiakkan terlebih dahulu sehingga mampu menguraikan bahan organik pada limbah.

Bakteri aerob bisa berkembang biak dengan cepat jika suplai oksigennya tercukupi. Penggunaan bak atau kolam terbuka bertujuan untuk menumbuhkan alga dalam permukaan kolam, sehingga alga tersebut nantinya memproduksi oksigen dalam jumlah banyak.

Yang pertama perlu dilakukan adalah mengalirkan limbah cair ke dalam satu bak atau kolam terbuka yang berukuran besar. Sebisa mungkin bak atau kolam tersebut terkena sinar matahari langsung agar proses perkembangan alga berlangsung dengan cepat.

Alga tersebut nantinya akan berfotosintesis, dan saat proses fotosintesis tersebut terjadi, maka alga akan memproduksi banyak oksigen. Semakin banyak oksigen yang diproduksi maka semakin cepat pula bakteri aerob berkembang biak. Semakin banyak bakteri aerob tersebut maka semakin cepat pula nantinya proses pengolahan limbah cair. 

Dalam proses pengolahan air limbah dengan metode treatment ponds ini bakteri aerob akan menguraikan atau mendegradasi seluruh bahan organik yang terkandung dalam limbah. Proses yang ini juga termasuk ke dalam proses endapan, di mana bahan organik yang telah terurai akan langsung mengendap ke dasar kolam.

Itu lah alasan mengapa pengolahan limbah cair dengan metode treatment ponds ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Nantinya bahan organik yang telah diendapkan ke dasar kolam akan membentuk lumbur debut. Dengan demikian limbah cair jadi lebih mudah dipisah dengan bahan organik tersebut.

Air limbah yang telah dipisah dengan bahan organiknya sudah bisa dibuang dan tidak membahayakan lingkungan mengandung mikroorganisme beracun, radio aktif, dan darah yang membahayakan untuk kesehatan.

baca juga : Pengolahan Air Limbah Industri

Prosedur Pengelolaan Limbah Cair Rumah Sakit

Pada instalasi pengolahan limbah rumah sakit, cara pengolahan limbah yang baik sangat penting untuk diterapkan pada setiap rumah sakit. Hal ini dikarenakan apabila limbah tersebut tidak diolah dengan baik maka bisa berbahaya ketika dibuang atau bahkan bisa disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Salah satu jenis limbah yang banyak dihasilkan oleh rumah sakit adalah limbah cair.

Proses pengolahan limbah rumah sakit cair bisa memanfaatkan IPAL. Tujuan penggunaan IPAL disini adalah untuk mencegah pencemaran lingkungan serta mencegah timbulnya gangguan kesehatan akibat limbah cair dari rumah sakit.

Air limbah yang dihasilkan dari berbagai unit di rumah sakit harus dialirkan terlebih dahulu menuju bak screening yang kemudian diolah dengan sistem diffuser untuk nantinya menghasilkan limbah cair yang tidak berbahaya.

Limbah yang ada di rumah sakit bisa berupa padat, cair, dan gas. Dan setiap jenisnya memiliki prosedur pengelolaan yang berbeda-beda disebabkan karakteristik dari setiap jenisnya yang juga harus disesuaikan. Berikut adalah beberapa prosedur untuk pengelolaan limbah cair rumah sakit.

  1. Limbah cair rumah sakit harus dikumpulkan dengan menggunakan kontainer yang disesuaikan dengan karakteristik dari bahan kimia yang terkandung di dalamnya dan radiologi, volume, serta prosedur penanganan dan penyimpanannya.
  • Karena karakteristik limbah cair rumah sakit yang mudah untuk mengalir, maka saluran pembuangan yang digunakan haruslah dengan sistem yang tertutup, kedap air, dan yang pasti limbah cair tersebut bisa mengalir dengan lancar. Pastikan juga jika saluran tersebut terpisah dari saluran air hujan.
  • Setiap rumah sakit penting untuk memiliki instalasi pengolahan limbah cair. Baik secara mandiri atau gabungan dengan bangunan lainnya yang ada di sekitar. Tentunya dengan prosedur yang sesuai.
  • Selain itu penting untuk diberikan alat pengukur debit limbah cair agar Anda bisa mengetahui debit secara harian limbah tersebut.
  • Perlu untuk diperhatikan bahwa limbah cair yang berasal dari dapur perlu untuk diberikan penyaring lemak dan saluran air limbah yang dilengkapi dengan grill.
  • Sedangkan untuk limbah cair yang berasal dari laboratorium, maka harus diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Jika tidak menyediakan IPAL, maka bisa dengan menggunakan cara lain yang sesuai dengan ketentuan.
  • Penting untuk dilakukan pemeriksaan secara rutin akan kualitas limbah cair terolah setiap 1 bulan sekali dan 3 bulan sekali untuk uji petik yang sesuai dengan ketentuan.
  • Diperuntukkan bagi rumah sakit yang menghasilkan limbah cair yang mengandung zat radioaktif, maka pengelolaannya harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dari BATAN.
  • Dan untuk parameter radioaktif yang diberlakukan oleh rumah sakit bersangkutan akan disesuaikan dengan bahan radioaktif yang digunakan oleh rumah sakit tersebut.

Jadi, dari karakteristik limbah cair rumah sakit yang berbentuk cair ini harus dikelola pada Instalasi Pengolahan Limbah Rumah Sakit dengan sebaik mungkin sesuai prosedur agar tidak mudah untuk bercampur dengan air bersih dan mencemari lingkungan sekitar.

Referensi : Wikipedia, Limbah medis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat With Us