Pengolahan Air Limbah Industri

Pengolahan Air Limbah Industri

Mengenal Berbagai Tangki Untuk Pengolahan Air Limbah Industri

Bahasan pengolahan air limbah industri tentu sudah banyak didiskusikan. Untuk memastikan industri tidak menyebabkan masalah lingkungan, pengolahan limbah harus dianggap serius. Jika tidak, masyarakat yang hidup di kawasan industri pasti terkena banyak masalah.

Saat sungai tercemar karena limbah, warga yang memanfaatkan sungai tersebut akan merasa terganggu. Mulai dari penyakit, keracunan atau bahkan kehilangan sumber air bersih bisa terjadi. Lingkungan yang menjadi tidak sehat tentu bisa jadi kasus besar. Kasus harga tanah yang turun di area yang terkena limbah pernah terjadi di berbagai negara. Hal ini tentu merugikan.

Untuk mengolah limbah cair, hal ini dilakukan dengan sewage treatment plant. Istilah sewage treatment plant adalah istilah lain untuk menyebut IPAL. Pengolahan limbah dengan IPAL, tentu melibatkan beberapa tangki khusus yang nantinya membuat air buangan menjadi netral dan aman.

Jika Anda penasaran tentang tangki – tangki instalasi pengolahan air limbah ini, mari bahas bersama tentangnya di sini:

Tangki Sum Pit

Jenis tangki ini digunakan untuk menampung limbah pada tahap awal. Bentuk tangki ini adalah yang paling umum digunakan untuk tahap awal IPAL. Anda mungkin bisa menemukannya pada sewage treatment plant hotel ataupun rumah sakit.

Tangki ini menjadi alat yang memastikan limbah siap di proses. Jadi misal limbah yang keluar dari industri suhunya panas, tangki sum pit akan menyimpan limbah tersebut sampai suhu netral. Jika suhu sudah stabil, barulah limbah disalurkan ke tangki berikutnya.

Sebagai penampung awal, tangki sum pit memiliki ukuran lebih besar dibandingkan tangki lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan limbah tidak overflow. Pihak pabrik akan menyesuaikan kapasitas tangki ini dengan kemampuan pabrik menghasilkan limbah.

Tangki Equalization

Tangki yang satu ini memiliki tugas sebagai penjaga kapasitas. Biasanya, tangki ini digunakan bersama tangki sum pit. Pabrik yang besar biasanya menghubungkan semua tangki sump pit di area – area tertentu dengan satu tangki equalization.

Tangki ini akan mengambil limbah dari sum pit yang penuh di satu area. Sebaliknya, jika tangki equalization penuh, limbah yang ada didalamnya akan disalurkan ke tangki sum pit yang masih kosong. Menggunakan proses ini, masalah overflow dari IPAL pabrik tidak akan terjadi.

Pabrik yang menggunakan tangki equalization biasanya tidak membuat sum pit yang besar. Tapi karena memanfaatkan koneksi antar tangki, mereka akan memiliki staf khusus untuk melihat pipa – pipa limbah agar bekerja baik.

Tangki DAF

Tangki DAF ini digunakan dalam proses pengolahan primer limbah cair. Dalam proses ini, limbah cair akan dicampur dengan bahan kimia khusus. Tujuan pencampuran ini adalah memisahkan material padat berukuran kecil.

Bahan kimia yang digunakan adalah injeksi koagulan dan flokulan. Bahan kimia ini akan membuat partikel padat dalam limbah menjadi mengapung ke atas. Biasanya hal ini juga memisahkan minyak dan material lain yang bisa mengabang di permukaan air.

Setelah didiamkan beberapa jam, air yang ada di bawah akan lebih jernih dan bebas dari material sampah padat. Air ini akan disedot perlahan agar material yang mengambang tidak bercampur lagi. Nantinya, limbah air proses ini akan melewati proses sekunder.

Tangki Sedimentation

Jika tangki DAF memaksa sampah padat mengambang, tangki sedimentasi akan membuat bahan padat mengendap. Bahan kimia yang digunakan mirip seperti proses pengolahan limbah primer. Pengolahan air limbah industri dengan sedimentasi ini akan menghasilkan sludge lumpur yang mengendap. Karena itu, prosesnya juga diberi nama pengolahan limbah dengan metode lumpur aktif.

Setelah proses sedimentasi sukses, tangki ini akan mengambil air yang sudah lebih jernih. Tangki ini memiliki bentuk kerucut untuk mempermudah proses pengambilan cairan jernih. Anda juga bisa melihat tangki ini dihubungkan dengan filter press dan drying bed. Kedua alat ini digunakan untuk mengambil material sedimen dan memprosesnya lebih lanjut.

Tangki Aerob

Tangki jenis ini digunakan dalam pengolahan sekunder limbah cair. Pada pengolahan IPAL ini, mereka menggunakan bakteri dan proses fermentasi untuk mengurai bahan berbahaya dari cairan. Proses ini dilakukan setelah pengolahan air air primer.

Industri memiliki limbah yang terkadang bercampur dengan bahan kimia yang sulit dipisahkan dari cairan. Pada proses primer, benda padat berukuran mikro telah diambil. Hal yang bersisa adalah campuran beracun yang masih ada di dalam limbah.

Menggunakan peran mikroorganisme, bahan beracun ini diubah menjadi bahan kimia yang lebih stabil. Umumnya, hal ini menghasilkan nitrogen, oksigen dan karbondioksida. Proses ini akan memakan waktu lama, tapi efektif untuk menetralkan limbah agar aman dibuang.

Tangki Anaerob

Tangki ini juga bekerja sebagai pengolahan sekunder. Bedanya, pengolahan tangki ini tidak memakai udara terbuka. Pengolahan limbah dalam tangki ini melibatkan BOD dan COD lebih dari 5000 mg/L. Fermentasi yang dilakukan dengan mikroorganisme dalam tangki ini menghasilkan gas yang lebih bermanfaat sebagai bahan bakar.

Gas tersebut adalah methane. Tergantung jumlah limbah cair yang dikelola dalam tangki ini, hasil gas yang digunakan bisa jadi alternatif bahan bakar tambahan bagi pabrik. Banyak pabrik menggunakan teknologi pengolahan air limbah sebagai jalur mengirit bahan bakar.

Baca juga : Pengolahan Limbah Medis di Puskesmas

Tangki Discharge

Tangki discharge adalah jenis tangki terakhir pada sistem IPAL. Tangki ini akan digunakan untuk menampung sampel air hasil olahan limbah. Walaupun nama-nya tangki, Anda bisa melihat jenis tangki discharge yang berupa kolam.

Pada tangki ini disimpan beberapa makhluk hidup. Biasanya ikan dan tumbuhan. Sebagian kecil air hasil olahan IPAL akan disalurkan ke tempat ini sebagai tes. Jika air yang dimasukan tidak mengganggu makhluk hidup di dalamnya, air berarti sudah aman digunakan.

Tangki ini ukurannya tidak terlalu besar. Tapi peranannya sangat penting. Saat sampel air hasil proses limbah bermasalah, petugas pengamat tangki discharge bisa langsung melapor. Investigasi seputar kinerja IPAL akan dilakukan setelah hasil tes ini keluar.

Perlu Diingat Bahwa Setiap Tangki Memiliki Tempat Berbeda di Industri

Tangki – tangki di atas tentu akan digunakan secara berbeda dalam konteks industri. Masalah pengolahan limbah radioaktif tentu akan berbeda dengan limbah cair dari industri tempe. Masalah limbah radioaktif dihasilkan dari pembuangan pembangkit listrik tenaga nuklir, tentu akan lebih complex pengolahannya.

Bahan di atas tentu sudah cukup baik bagi Anda yang ingin mencoba mengenal pengolahan limbah cair. Tangki yang dijelaskan di atas hanya dibagi dari penggunaanya. Hal ini tentu adalah sebagian dari kategorisasi tangki yang digunakan untuk IPAL.

Beberapa industri bisa menggunakan tangki untuk tujuan sama tapi dengan teknologi dan material berbeda. Material yang berbeda ini digunakan untuk memastikan limbah aman diproses. Bayangkan jika tangki dan material limbah tidak compatible. Hal seperti kebocoran karena korosi ataupun meleleh bisa terjadi. Kerusakan tangki limbah bisa sangat berbahaya, apalagi jika berurusan dengan limbah radioaktif.

Semoga bahasan di atas bisa menambah informasi bagi anda seputar pengolahan air limbah industri.

Referensi : Wikipedia

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat With Us